Posts

Showing posts from October, 2020

Home But It's Not Homey

Image
Picture by nemupan / Instagram Pernah ga sih kita ngerasa kalau rumah udah bukan lagi tempat untuk pulang? Melainkan hanya tempat singgah, numpang tidur aja gitu di rumah. Karena emang rumah udah ga bisa dijadikan tempat pelabuhan terakhir, tempat untuk bersandar dari segala bisingnya dunia. Tapi justru malah jadi sumber kekacauan dalam hidup. Emang ada ya yang begitu? Oh ada dong, jelas. Banyak malah. Hm... Kenapa ya hal ini bisa terjadi? Bukannya rumah seharusnya jadi tempat ternyaman dan teraman untuk pulang? Tapi kenapa justru rumah malah jadi tempat yang paling dihindari untuk pulang? Mungkin rumah memang benar adanya sebagai tempat kita merasa bahagia dan paling bisa jadi diri sendiri. Tapi kalo rumah ternyata malah membuat beban dalam hidup kita semakin bertambah banyak dan runyam, rasanya rumah bukan menjadi tempat ternyaman untuk kembali pulang. Hubungan yang kurang cair antar anggota keluarga, entah anggota yang satu merasa lebih superior, atau bisa juga anggota yang lain ing

Clarity of Mind

Image
Designed by Charlie Whittle / Pinterest Yang namanya hidup, kalo ga kena masalah ya pasti disangkut-pautin sama masalah orang lain. Bisa karena kita yang suka cari gara-gara atau orang lain yang hobinya cari gara-gara sama kita. Denial akan sebuah masalah yang sedang kita dapatkan, seringkali ga berakhir dengan indah. Kita gabisa bodoamat sama setiap masalah yang kita miliki. Memilih untuk bersenang-senang dan meninggalkan sesuatu yang mengejar kita perlahan. Entah kapan, tapi yang jelas hal itu ngga baik buat diri kita sendiri dan terhadap masalah itu sendiri yang mungkin aja bisa membesar waktu demi waktu. Pun ketika kita terlalu banyak menaruh pikiran kita untuk masalah yang kita miliki, itu juga kurang bijak. Tau kenapa? Yang namanya hidup ya jelas ada yang namanya skala prioritas. Sampe udah berbusa banyak orang yang ngomong tentang pentingnya skala prioritas. Yang bisa bermakna 2 hal. Pertama, skala prioritas adalah mengutamakan hal-hal yang benar-benar penting dan urgensinya tin

Do Your Best!

Image
picture by freepik | pinterest Di masa yang penuh dengan  flexing sana-sini, muda-mudi rentan mengalami rasa insecure ketika melihat teman sebayanya berhasil dan sukses, sedangkan diri sendiri masih cendurung konstan alias gini-gini aja. Lalu mulai membandingkan diri dengan orang lain, "Loh kok kayaknya dia cepet banget suksesnya ya, gua selama ini ngapain aja ya?", "Kok proses hidup dia mulus banget ya ga kayak proses hidup gua yang macam ninja hatori?", dan keluhan mengenai proses-proses kehidupan lainnya. Namun akibat sering membandingkan perjalanan hidup kita dengan orang lain, kita cenderung menjadi manusia yang hanya berfokus pada hasil, sedangkan proses ditinggalkan, dilupakan, bahkan tak dianggap bagai lagu Pingkan Mambo. Huh, sedih deh. Padahal ya, proses itu tuh jauuuh banget lebih penting dibanding kan hasil, ya walau kita ga bisa pungkiri hasil yang sesuai ekspektasi itu indah. Proses itu membantu kita belajar, berkembang dan juga berproses untuk menjadi

Freedom of Speech

Image
Designed by sumikko_335 / Twitter Layaknya Bu Tejo yang bebas nyangkem . Bebas bisa diartikan sebagai lepasnya kita akan kekangan, tapi mengikatkan diri terhadap pilihan kita sendiri. Semua orang diberi kebebasan untuk hidup, tidak boleh ada yang melarang seseorang untuk menghidup oksigen di bumi ini.  Kebebasan seseorang pada hakikatnya tidak boleh sampai membatasi kebebasan orang yang lain, tapi dengan syarat-syarat tertentu ya. Tentunya diciptakan yang namanya aturan itu untuk membatasi kebebasan seseorang, biar bebasnya ga barbar gampangnya gitu. Nah tapi nih, kita tuh udah dikasih hak untuk bebas berpendapat loh. Tinggal kitanya mau make hak itu atau anggurin aja gitu. Kita bisa menyampaikan gagasan apapun, ide apapun, visi apapun, menggunakan metode apapun. “Ah iya, bebas sih bebas, tapi nanti kalo dia jadi gini gimana? Kalo misal ntar ada orang lain yang ga setuju sama ideku gimana?” yang perlu dipikirin saat ini bukan yang kek gini ya.  Hal pertama yang harus dipikirin itu diri