Posts

The Beauty of Imperfection

Image
Picture by: Ayesha Rana / Blush Kesempurnaan? Atau nir-kesalahan? Something flawless . Kayaknya ngga ada deh manusia di dunia ini yang pengen punya kekurangan. Semua berlomba-lomba buat menutupi kesalahannya, menghilangkan kekurangan dalam diri sendiri. Entah dengan cara yang penuh perjuangan, pengorbanan, atau instan. Kita tentunya ingin dilihat orang lain sebagai pribadi yang baik, dilihat HR sebagai calon dengan track record yang ngga nyeleneh. Kita mungkin akan merasa kurang percaya diri kalau ada bagian dari fisik kita yang tidak seperti orang kebanyakan, entah jerawat, minyak, atau mungkin warna kulit, bisa juga bentuk fisik, sebagian dari kita mungkin selalu memikirkan dampak kekurangan-kekurangan yang kita miliki dan menjadikan diri kita minder. Pernah kepikiran ngga, mungkin ngga sih kesempurnaan itu realistis. Ada ngga sih suatu hal yang sempurna di dunia ini, bisa bertahan lama, bahagia, dan bermanfaat bagi semua orang. Terdengar agak maksa ya, haha. Bahkan kalau mungkin a

What's Your Expectation?

Image
Picture by: Open Doodles / Blush Ekspektasi, menurut KBBI merupakan suatu harapan atau keyakinan yang diharapkan akan terjadi di masa mendatang. Ekspektasi dianggap sebagai sebuah harapan, baik terhadap sesuatu yang akan terjadi di masa mendatang. Seringkali kita mendengar kata “ekspektasi” d alam kehidupan sehari-hari, baik  dalam pekerjaan, organisasi, bahkan obrolan ringan lewat WhatsApp . Seberapa sering kita menggunakan kata “ekspektasi” dalam kehidupan sehari-hari? Biasanya, kata “ekspektasi” digunakan untuk sebuah harapan besar, yang tentunya bermakna baik. Terkhusus bagi diri kita maupun orang lain. Ekspektasi bisa diterima di tempat magang impian, lulus tepat waktu, cumlaude, diterima di tech startup dengan funding yang berlimpah, sampai gaji dua digit untuk lulusan fresh graduate . Wah, keren ya, ekspektasi kita terhadap diri sendiri. Begitu banyak hal-hal yang baik dan menyenangkan diharapkan untuk dapat terjadi di masa mendatang. Siapa sih, yang tidak mau hal-hal baik terja

Hello World! I'm Back

Image
Been a year guys! Picture by: Team Blush / Blush Lama banget ya rasa-rasanya blog ini update- nya, huhu. A lot of things happened, to you and I . Satu tahun itu ngga singkat, tapi ternyata bisa ngalir gitu aja. Sampailah kita di hari ini. It's not about go and back, but what we mean is some time we need to sit and contemplate within ourselves . Banyak banget yang udah kita lewatin sampai kadang kita cuma 'hah', ataupun 'hoh', karena  hal yang udah kita temui udah ngga bisa kita hitung lagi. Sampai-sampai, belum terproses dengan baik di otak, udah dateng lagi hal yang baru, berbondong-bondong lagi. Oh, atau malah ada yang ngerasain kebalikannya? Feels like doing nothing? Entah apapun itu. We're glad that you're still here! Kita masih bisa berdiri di sini, loh. Masih diberi kesempatan, baik untuk membuka diri, atau menutup diri sementara. Warna-warni yang ada di dunia ini ngga seindah warna pelangi. Dunia seringkali terang dan seketika menjadi gelap, muram. At

Epilogue

Image
Illustration by Pooja Pawar / Dribble Setahun berlalu dan ngga kerasa kalau peopleofboba   udah berusia satu tahun, nih! Rasanya, baru kemarin iseng-iseng diskusi buat ngebikin suatu platform yang menjadi wadah untuk menumpahkan keresahan anak muda dalam menghadapi kehidupan yang semakin berat ini. Kami pengen ngasih tau, kalau kalian ngga sendirian dalam menghadapi tantangan hidup di masa quarter life crysis . Kita bisa ngelewatinya kalau kita bisa saling ngedukung dan selalu bersama. Berawal dari sebuah kata, "Eh kenapa kita  ngga  bikin blog aja ya?", lalu terbentuklah sebuah blog yang diberi nama " peopleofboba ". Mungkin awalnya pada bingung kali ya, nama blognya tentang boba, eh tapi isi blognya malah kegalauan anak muda,  ngga  nyambung gitu. Sebenarnya, alasan kami kasih nama peopleofboba karena  kami  berdua emang suka banget sama boba, hehe. Selain itu,  kami  berharap setiap orang yang mampir dan membaca blog  kami  agar bisa merasakan kebahagiaan, sama k

Listen and Understand, not Merely Respond

Image
Illustration by Tony Johnson / Dribbble Pernah denger celotehan, "Tau ngga sih, sebel banget masa kemaren ada tugas kelompok tapi si dia lepas tangan lagi? Katanya cuma pengen presentasi doang, sibuk ngurus ini itu, cape banget gua"? Belum sampai di situ, ternyata temennya yang diceritain ini ngerespon, "Ah lu mah gitu doang, nih temen sekelompok gua pada ngilang semua. Cuma tinggal gua ama ini aja. Lainnya entah kemana, tapi namanya tetep pengen ditulis". Dan kemudian ditimpali lagi, lagi dan lagi. Ngga akan kelar-kelar perbincangan antara kedua kepala ini. Hmm.... padahal kalau kita tuh lagi pengen cerita, secara implisit bukannya kita pengen didengerin yah? Kalo saling lempar-lempar gitu udah kayak birokrasi aja, hehe. Rasa-rasanya, mau introvert, ekstrovert, ambivert, apapun tipe atau jenis pribadi tiap-tiap manusia, pasti pernah mengalami kondisi yang berat banget. Berat di pikiran, berat di kepada, berat di jiwa dan mental, dan susah banget buat ngestabilinnya

What Should I Do?

Image
picture by dribbble | Pinterest Alkisah di sebuah dunia bernama dunia maya, ada sebuah platform untuk saling berkomunikasi, namanya sosial media atau yang sering disingkat sosmed. Sosmed ini asik banget yah, bisa komunikasi secara langsung sama temen yang jauh di sana, memandang langit yang sama, jauh di mata dekat di hati, tanpa harus nunggu berbulan-bulan untuk mendapat balasan. Gak kayak zaman dulu harus nunggu pak pos anter surat balasan dari orang tercinta. Sosmed juga bisa kasih kita berita-berita terkini yang pastinya up to date banget, jadi gak akan ada tuh ketinggalan berita, berita apa aja ada tergantung kita mau cari apa. Mau berita politik kek, sosial, ekonomi, pokoknya macem-macem deh. Selain itu, kita juga bisa dapet banyak informasi berguna lho dari sosmed, mulai dari mental health, cafe hits terbaru, present Lightroom, bahkan sampe resep masakan untuk masak bekal suami (tolong jangan julid ya). Intinya sosmed itu bisa banget kasih banyak hal positif dalam hidup kita, te