Epilogue

Illustration by Pooja Pawar / Dribble


Setahun berlalu dan ngga kerasa kalau peopleofboba udah berusia satu tahun, nih! Rasanya, baru kemarin iseng-iseng diskusi buat ngebikin suatu platform yang menjadi wadah untuk menumpahkan keresahan anak muda dalam menghadapi kehidupan yang semakin berat ini. Kami pengen ngasih tau, kalau kalian ngga sendirian dalam menghadapi tantangan hidup di masa quarter life crysis. Kita bisa ngelewatinya kalau kita bisa saling ngedukung dan selalu bersama. Berawal dari sebuah kata, "Eh kenapa kita ngga bikin blog aja ya?", lalu terbentuklah sebuah blog yang diberi nama "peopleofboba". Mungkin awalnya pada bingung kali ya, nama blognya tentang boba, eh tapi isi blognya malah kegalauan anak muda, ngga nyambung gitu. Sebenarnya, alasan kami kasih nama peopleofboba karena kami berdua emang suka banget sama boba, hehe. Selain itu, kami berharap setiap orang yang mampir dan membaca blog kami agar bisa merasakan kebahagiaan, sama kayak abis minum boba, soalnya boba itu manis kan dan bikin mood happy, unch. Boba itu kan kecil ya, nah kami pengen walaupun kami ini kecil dan bukan siapa-siapa, tapi bisa membawa dampak yang luar biasa ke orang-orang. Kayak abis minum boba yang selalu light up your mood gitu deh.


Dalam proses membuat dan mencari ide buat blog ini, sering banget 
kami ngalamin writer's block karena mungkin hampir rata-rata permasalahannya berkutat di situ-situ aja. Overthinking, insecure, suka ngebandingain diri sendiri sama orang lain, ngerasa ngga guna, dll. Bahkan beberapa kali sempet ada yang protes nih kok topiknya itu-itu aja. Hmm... gimana ya, alasannya sih ya... karena emang rata-rata permasalahan kita sebagai dewasa muda masih muter-muter di situ aja ngga sih? Tapi akhirnya, kami mampu buat ngatasin masalah itu dengan memberikan perspektif baru, ngelihat masalah tersebut dari sisi pandang lain. Ternyata, untuk satu topik tuh banyak banget sudut pandang yang berujung pada pembahasan baru serta solusi baru dalam menghadapi permasalahan tersebut. Eh tapi, kadang tulisan kami juga made by request kok! Kadang ada beberapa teman yang secara khusus pengen disemangatin lewat post tentang hal tertentu yang relate sama apa yang dia alami saat ini. Dan ternyata cukup relate dengan keadaan pembaca lain, yeay! Terima kasih teman-teman untuk partisipasinya dalam menyumbang ide post peopleofboba! It means a lot.

Sejujurnya, kami seneng banget sama feedback dari kalian, entah itu emoji, komentar,  repost, ataupun feedback secara langsung via chat pribadi. Sumpah deh, itu bikin kami semangat banget buat nulis! Banyak temen-temen yang ngerasa termotivasi dan mau terus berjuang untuk menghadapi masalah tersebut. Karena mereka ngga sendirian untuk melaluinya. Kami selalu siap untuk nemenin kalian melewati berbagai krisis kehidupan di usia yang nanggung, lewat tulisan-tulisan kami ini. Tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari motivasi kehidupan yang mampu membawa perubahan ke diri sendiri. Tapi perlu diingat, porsi besar itu ya tergantung dari diri sendiri, kalau diri sendirinya ogah-ogahan, ya goodbye aja deh. Perlu diingat ya, cuma satu orang aja yang bisa ngerubah kita, yaitu diri sendiri. Percuma kalau ada niat dan kemauan tapi kitanya masih diem di tempat, ya ngga bakal berubah. Makanya kita harus memulai dulu, iya emang berat dan sulit, tapi yakin deh usaha ngga akan pernah mengkhianati hasil. Jangan takut buat mencoba ya guys, apalagi berusaha untuk menjadi versi yang lebih baik dari diri sendiri.

Tapi rasanya sulit ya untuk memulai sesuatu hal baru, apalagi saat teman-teman kita sdah berada jauh di depan. Mereka sibuk berlari, eh kitanya masih sibuk pilih sepatu apa yang mau kita pakai buat lari. Ujung-ujungnya malah bikin kita gamau buat memulai. Hei, daripada berfokus sama orang lain dan terlalu banyak berpikir, mending mulai aja dulu. Pokoknya yang penting mulai aja dulu, biar kita bisa tau kurangnya di mana, salahnya di mana, apa yang perlu ditingkatin, dll. Dibanding cuma diem di tempat sambil ngeliat orang berlari. Kenapa ngga coba untuk berjalan santai setapak demi setapak? Ya walaupun ngga secepat orang lain, seengganya kita tetap melangkah maju ke depan, berproses menjadi manusia yang jauh lebih baik. Mungkin hasilnya ngga instan, tapi percaya deh, hasilnya bakal keliatan kok. ngga perlu ngebandingin diri sama orang lain. Tiap orang tuh beda-beda jalannya. Cukup bandingin dengan diri sendiri aja di masa lalu. Pasti udah banyak banget proses yang telah kita lewati dan membuat diri kita sampai di titik ini.

Berproses untuk menemukan diri sendiri emang sulit, tapi percaya deh waktu kita berhasil melakukannya, wah itu rasanya tuh enak comfy! Akhirnya bisa berdamai sama diri sendiri, menemukan potensi yang ada dalam diri, dan akhirnya bisa untuk mencintai diri sendiri. Ambil waktu sebanyak yang kita mau buat mengenali diri sendiri, biar kita mampu menerima setiap kelebihan, kelemahan, dan keunikan masing-masing. Dan kita akan bisa bersinar dengan cara kita masing-masing, tanpa harus iri dan dengki melihat sinar teman yang mungkin menurut kita jauh lebih bercahaya dan bersinar. Ingat ya, ngga ada manusia yang identik 100%, kita itu diciptakan unik dan berbeda untuk saling melengkapi dan menghargai, berjalan bersama untuk saling mendukung. Bukan malah berkompetisi untuk menjadi siapa yang terbaik. Jadi, untuk apa sibuk berkompetinsi tanpa menemukan diri sendiri?

Setiap orang punya struggles-nya sendiri-sendiri. Jangan kira orang yang hidupnya kelihatan "nyaman", ngga pernah ngalami kesusahan dalam hidupnya. Semua orang sedang berjuang untuk sembuh dari hal-hal yang membuat kita trauma, hal yang membuat kita takut untuk terbuka sama orang lain. Bahkan hal yang membebuat seseorang dicap "aneh" sama masyarakat luas. Dibanding kita ikut menjauhi, merundung, menjadikan seseorang itu bahan candaan, akan lebih baik kalau kita minimal berdiam diri saja. Iya, cuma sekadar diam aja udah membantu banget kok! Pepatah dulu bilang bahwa "diam itu emas", nah ini pas banget dipake untuk situasi kayak gini. Kurang-kurangin ngerasa sok paling tahu dan ngerti tentang hidup orang lain. Udah mending diem aja. Kita cuma tahu secuil kisah mereka dan gatau keseluruhannya, apa saja yang sudah mereka lewati, beban apa yang sedang dipikul dan bahkan sudah seberapa lama mereka berusaha dan berjuang. Stop untuk menjadi komentator hidup orang lain, kalau ada orang yang ajak ngejulid, cukup diam aja, ngga usah ikut-ikutan.

Sekali lagi dari peopleofboba mengucapkan terima kasih atau dukungan, kiritk dan saran yang diberikan selama setahun ini. Terima kasih karena sudah terus membaca setiap post yang kami unggah setiap minggunya Karena kalian semua, dua admin ini belajar banyak hal tentang dunia dan sekitar. Terima kasih sudah mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kisah dan perjuangannya sendiri, tanpa perlu menggembar-gembor masalah yang dihadapi. Terima kasih sudah mau bersuara lantang mengenai beratnya kehidupan. Terima kasih juga sudah berusaha untuk saling menopang dan berjalan beriringan. Dan terakhir, terima kasih karena sudah berjuang sejauh ini dan peduli terhadap diri sendiri. Semoga peopleofboba akan kembali dengan hal-hal yang lebih baik lagi. Sampai jumpa nanti, di mana kita akan menjadi jauh lebih baik lagi. Sayonara! 



Hai, kita pernah berkenalan di masa lalu
Kini telah sampai di masa depan
Tidak ada yang pernah menyangka
Aku, kamu, kita bisa sampai di titik ini

365 hari kita telah berjuang dengan tulisan
12 bulan kita telah berusaha menemukan diri sendiri
54 cerita yang membuka mata dan empati
1 tujuan, yaitu kita semua merasa berharga dan dibutuhkan

3393 pengunjung yang membuat kami berseri
14 kata-kata penyemangat dari pembaca
2865 berdomisili di Indonesia
316 dari Amerika? Haha, thanks

131 pembaca unggahan Introduction
75 pengunjung Home But It's Not Homey
56 jiwa yang merasakan I Hate Quarantine Day, But...
51 raga yang ingin memiliki Clarity of Mind

Mungkin hanya sebatas angka
Dan terlihat sangat remeh bukan?
Tapi itu yang membuat kami merasa ada
Hadir bukan untuk diri sendiri

Sekecil apapun bantuan pasti berguna, kan?
Kami memang bukan siapa-siapa
Tapi kami ingin kalian sadar
Kalian akan menjadi orang yang terpandang nanti

Kami tidak ingin imbalan
Kami hanya ingin kalian merasa bahagia
Atas perjuangan kalian hingga di titik ini
Selalu berusaha untuk menjadi orang baik

Hmm mungkin kini telah tiba waktunya
Genap tugas kami untuk membuka perspektif
Tidak, kalian tidak sendiri
Kalian telah bersama bara semangat juang kalian

Sampai jumpa di kesempatan lain
Kami harap kalian makin kuat
Kami ingin kalian bisa menebarkan kekuatan
Kami juga akan terus membenahi diri

May the wind under your wings bear you where the sun sails and the moon walks
~Bye~

Comments

  1. Happy Birthday peopleofboba!

    ReplyDelete
  2. Just when you think....or remember there always is a picture that reminds you to move on. :)

    ReplyDelete
  3. Ending is when the heart closed itself off.

    ReplyDelete
  4. Each day passed with neither greeting the other. Each tried their own way....one through writing.....one directly only never to connect. Each knows their own heart and will keep all feelings good and bad forever as it was their connection to keep in their hearts.

    ReplyDelete
  5. Birthdays...Anniversary.....New Chapters......Ambiguity :)

    ReplyDelete
  6. His presence is always like a bright sunny day with clear blue skies!

    ReplyDelete
  7. Filling spaces with smiles and laughter.......

    ReplyDelete
  8. Once you have used the word "hate" you can't take it back.

    ReplyDelete
  9. media sosial memungkinkan seseorang untuk melihat kenyataan. Lihat klub milik pasangan Anda. Ini berbicara banyak. petunjuk kunci "bahagia".

    ReplyDelete
  10. Dots connected when you figure out someone's motivation to move to a particular place.

    ReplyDelete
  11. Even though just written words it still maintains the connection.

    ReplyDelete
  12. Your hands hold someone else.

    ReplyDelete
  13. Only memories...never to return to the way it was. Never. For so many reasons. Words are Words not reality. Pictures speak volumes.

    ReplyDelete
  14. In leaving she lost herself and her soul.

    ReplyDelete
  15. The moment of deja vu but this time with different feelings. The feeling no longer there but in a good way. The greeting allows the door to the past to close without any words. It allows life to be lived without regret. Preparedness is a funny thing. like having a handkerchief at the right moment when you need to sneeze. There is so much life to live and fun to be had when one realizes it. The meeting was predictable, who really likes predictability?

    She grew more than she realized........:)

    ReplyDelete
  16. Grateful for the happiness that was shared through a connection of hearts. Life's journey is taking each person on a different path. Memories will not be forgotten nor repeated. At least each one arrived at the same time this "time".

    ReplyDelete
  17. One assumed rejection was coming. Feelings and fear were being shared that build over time only to not have finished. One wrote out feelings for so long and the other read and remained silent. It ended with both empty for different reasons. The saddest part both just want to be understood for who they really are.

    ReplyDelete
  18. Setuju, ada masanya kok aku juga insecure dan stuck in a cycle of negative thoughts and endless comparing. Tapi kemaren baru nonton reel youtubenya Ustad Nouman Ali Khan, envy burns down our good deeds :-) Karena in our religion, our love to the Creator itu linear sama the feeling of gratitude.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unspoken words finally spoken but lost meaning when said out loud. She doesn't want to love anymore. She will rebuild with what she lost before you.

      Delete
  19. Feeling lost mutual.

    ReplyDelete
  20. For her there is no end to the love.....ever.

    ReplyDelete
  21. Reality is his castle and where he belongs. Appearances are rearranged but where the truth lies. It's ok. Neither will risks for good reasons. Both moving on toward sunshine to heal the past.

    ReplyDelete
  22. She always wants to hear. Why is it impossible?

    ReplyDelete
  23. Written words of truth with a mix of joy and sadness. A carved void left in her heart. Thoughts every minute of the day that pass without greeting.

    ReplyDelete
  24. Did we give up or never believe in the possibility of an honest open future?

    ReplyDelete
  25. She realized too late she should have stayed and waited for him.

    ReplyDelete
  26. May "his day" be filled with love, fun, sunshine, happiness and positivity!

    ReplyDelete
  27. She hangs on his every word. It should be there time together. Both look for the other to say it but it never happens. The picture painted by him is confusing. Does he really want to be rescued temporarily or forever? Her guess is temporarily.

    ReplyDelete
  28. Chosen....not rescued.

    ReplyDelete
  29. Universe is not the factor but a heart in self preservation.

    ReplyDelete
  30. She knew the latest "partner story" wasn't true. The memories fade every day. Even feelings of friendship eroded which was the hardest to imagine. The heart has closed itself off and doesn't want to open again. The pain has subsided. The relationship would never survive the real world and those around it. Will always be grateful for that period of life full of love and laughter.

    ReplyDelete

Post a Comment

Most Popular Posts

Introduction

Listen and Understand, not Merely Respond