Posts

Showing posts from November, 2020

Letting Go

Image
Picture by redbubble.com | Pinterest Sering kita mendengar bahwa hidup merupakan pilihan, dan setiap pilihan menentukan setiap detail kehidupan kita di masa yang akan datang. Entah pilihan itu membawa kita ke dalam sebuah kemenangan, masalah, cobaan, kegagalan, ataupun hal-hal lainnya. Pilihan ini secara langsung maupun tidak langsung akan menjadi bagian dari proses kehidupan. Pilihan ini juga membawa kita untuk dapat terus melangkah setiap harinya. Sadar atau tidak, bahwa setiap hal yang akan dilakukan, memaksa kita untuk memilih salah satu opsi dan mengorbankan opsi lainnya. Opportunity cost . Ada pilihan yang harus direlakan, ada pilihan yang harus diambil. Tinggal kita lihat mana yang membawa dampak positif paling banyak, maupun dampak negatif yang paling minim untuk kehidupan kita. Saat semua langkah yang kita pilih membawa kita ke tujuan yang kita inginkan, pasti kita merasa bangga ada keputusan yang telah diambil. Merasa bahwa hidup terasa sangat bahagia karena semuanya berjalan

Tired Because of Nothing

Image
Designed by Vicheka / Pinterest Dahulu semua negara hidup dengan damai, namun semuanya berubah saat virus corona menyerang. Hanya vaksin yang digadang-gadang mampu melemahkan virus tersebut yang dapat menghentikannya. Namun saat dunia membutuhkannya, dia belum lekas ditemukan. Lockdown dilakukan oleh berbagai negara, hampir mematikan aktivitas sosial yang biasanya terjadi. Interaksi langsung mulai dibatasi untuk mencegah persebaran virus yang 'mematikan' ini. Hari demi hari berlalu, bulan, hingga tak terasa kini kita memperingati setahun lahirnya virus ini. Tradisi, kultur hidup kita telah banyak berubah karena dinamika ini. Mau tidak mau, manusia harus menyesuaikan diri dan berusaha bertahan dari seleksi alam ini. Tidak sedikit yang merasa pusing dan lelah serta menyalahkan keadaan. Mata pencaharian orang-orang yang mulai bergeser, demi menafkahi anak dan istri rela melakukan apapun. Pun para kapitalis juga khawatir akan pergerakan ekonomi yang cepat atau lambat akan mengalami

Me, Myself and I

Image
Picture by Grazy lazy / Pinterest Terkadang ada kalanya seperti merasa tak berdaya terhadap diri sendiri, bingung untuk menentukan pikiran mana yang perlu disimpan dan dikhawatirkan, bangkit atau tidak, tetap bersedih atau mencoba keluar dari kesedihan, atau bahkan memilih untuk melanjutkan atau cukup berakhir sampai di sini saja. Perasaan dan pemikiran yang cenderung berakar dan akhirnya membentuk suatu labirin rumit, yang membuat jiwaku tidak tenang dan malah khawatir berlebihan memikiran berbagai skenario yang akan terjadi di masa depan. Berhari-hari terus memikirkan hal yang membuat diriku terpuruk dalam kesedihan yang diciptakan oleh diri sendiri. Pernahkan kalian merasakannya? Takut, sedih, cemas, resah, bahkan kadang tidak tahu apa yang sedang dirasakan. Tanpa bermaksud jahat dan menghindar, diri ini seakan akan membuat benteng yang tinggi dari orang-orang sekitar, bahkan malah berpuasa untuk berinteraksi dengan yang lainnya. Perhatian yang menggunung dari orang terdekat justru

Every Person's Values of Life

Image
Designed by Sir Bobalot / Redbubble Manusia itu diciptakan beragam, ngga ada manusia yang punya pikiran identik satu sama lain. Mungkin kesamaan fisik ada, tapi tentang cara hidup, beban hidup, latar belakang dan lingkungannya mungkin saja berbeda. Untuk menemukan orang yang memiliki kemiripan dengan kita mungkin akan sedikit sulit dan sangat kecil kemungkinannya. Maka dari itu, ya mau ngga mau kita harus mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain, yang mungkin memiliki perbedaan karakteristik dengan kita. Terkadang kita harus menyesuaikan cara bicara kita, topik bahasan, hingga kecanggungan-kencanggungan lain pada awalnya. Kata orang, " first impression itu penting." Ya, memang benar adanya, tapi kembali lagi tentang karakteristik orang yang berbeda-beda. Antara bisa cocok, bisa dimaklumi, hingga big skip. Setiap manusia mempunyai karakteristik yang dipengaruhi dan tergantung dari pembelajaran mereka di masa lalu. Bisa berupa tentang kultur di keluarganya, lingkungan per