Posts

Showing posts from 2020

Greetings, 2021

Image
Picture by Maria Novelino | pinterest Ketika mengawali, pasti akan mengakhiri. Ada pertemuan, pasti dilanjutan dengan perpisahan. Tatkala ingin melanjutkan, pasti ada yang harus ditinggalkan. Walau ngga serta merta ninggalin gitu aja, tapi waktu yang selalu berjalan, waktu yang selalu berlari ke depan. Tanpa sadar kita udah dibawa sejauh 365 hari, sampai hari ini, di 2020. Dulu kita pernah menyusun resolusi buat 2020, bikin rencana entah buat ngembangin diri kita, main, magang, cari duit, dan lain sebagainya. Tapi untuk realisasinya, semua itu di luar kemampuan manusia. Kita bisa aja punya angan-angan, tapi akan lebih baik kalo kita bisa beradaptasi dengan kondisi luar. Kita semua tau, apa yang kita cita-citakan di akhir 2019 beda banget sama apa yang terjadi di 2020. It's totally frustating . Jauh banget dari apa yang kita pengen. Oke kita kesel sama kondisi, kita ngga suka karena kita ngga bisa ngerubah keadaan juga. Sebagai orang biasa, cuma bisa nurut, pengen ngelanggar tapi ri

Thank You, 2020

Image
Design by Bea | Pinterest Tanggal demi tanggal terlewati, bulan sudah sering menampakkan purnamanya. Tak terasa, kita sudah sampai di penghujung tahun. Mungkin sebagian orang orang setuju, bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang cukup berat untuk dilalui. Berawal dari pandemi yang meluluhlantahkan banyak sektor, mulai dari kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan lainnya yang kini berada diambang resesi. Berat, karena banyak orang yang harus kehilangan jiwa-jiwa yang dikasihi tanpa sempat mengucapkan salam perpisahan atau sekadar memeluk untuk memberi ucapan selamat tinggal. Sulit, karena banyak orang yang harus kehilangan pekerjaannya akibat perekonomian yang macet dilanda pandemi ini. Dan lelah, karena beban yang dipikul tiap individu menjadi lebih berat bahkan jauuuh lebih berat, apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau kita kembali melihat bagaimana tahun 2020 berjalan, rasanya sulit untuk bisa menerima semua yang terjadi di tahun ini. Ketika semua keinginan yang seharusn

Should I Always Up to Date

Image
  Designed by RenskeHart/ Twitter Hari demi hari, pekan demi pekan, bulan demi bulan berlalu. Ngga kerasa ya, kita udah menjalani banyak hal, banyak peristiwa yang terjadi entah di rumah, pengalaman temen, berita nasional sampe internasional. Kalo dibikin almanak keknya bakal laku keras. Mulai dari hal-hal yang bermanfaat, hiburan, menakutkan, motivasional, dan masih banyak lagi. Ya, siapa lagi kalau bukan karena media sosial yang kita punya. Fitur timeline yang sangat membantu kita untuk up to date dengan info-info serta trending terbaru setiap saatnya. Informasi di internet dah jelas ngalir kenceng banget yak, ditambah akun-akun yang suka repost info-info terbaru. Makin cepet aja kesebarnya suatu hal. Tersebarnya informasi bisa berarti positif, tapi bisa juga negatif sih. Adanya sosial media membuat kita mudah terhubung satu sama lain, even dengan orang yang ngga kita kenal secara langsung, sebut saja e-friends hehe. Kadang bisa asik, tapi bisa juga toxic , kadang seru tapi males k

Under Control

Image
photo by vectortwins | freepik Dalam kehidupan manusia setiap harinya, pasti diiringi oleh banyak persoalan dan masalah. Mau kita menghindar atau mengelak pun, masalah akan tetap datang silih berganti bagai KRL jurusan Jakarta Kota - Bogor saat rush hour . Dan seringkali, kita terlalu larut dalam masalah tersebut. Selalu memikirkan kira-kira hal apa yang kemungkinan terjadi di masa depan. Bercabang banyak banget sampe bikin kita ketakutan untuk gagal. Bahkan parahnya lagi, bisa mempengaruhi aktivitas kita sehari-hari. Bisa dibilang jadi overthinking gitu deh layaknya anak muda zaman now  gitu. Bahaya banget ngga sih kalo udah sampe mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari? Oh ya tentu dong, itu udah jadi red flag kalo sampai si masalah malah merusak dan mengganggu rutinitas harian kita. Hal yang ada di pikiran sampe bisa mempengaruhi apa yang kita lakuin. Membuyarkan konsentrasi dan nurunin konsentrasi kita. Yang tadinya produktif abis, eh jadi kacau banget. Males-malesan karena mikirin

Let's Learn and Learn!

Image
Designed by gracedarocc / Pinterest Tiap-tiap manusia memiliki ciri khasnya. Ada yang suka berbicara, ada yang suka mendengarkan, ada yang keras kepala, ada juga yang gampang terombang ambing perasaannya. Ngga ada yang mutlak benar, ngga ada juga yang mutlak salah. Semua punya porsinya masing-masing. Bisa dibilang, yang paling benar adalah ketika kita paham akan kondisi lingkungan kita, dan bergerak berdasarkan kondisi yang ada. Tapi dalam prosesnya, ngga semua orang bisa kayak gini. Pasti akan ada hal-hal yang ngga bisa kita tebak, entah faktor luar maupun faktor dari dalam diri kita sendiri. Percaya atau engga, semua orang akan mengalami masa-masa ini. Tinggal tunggu waktu aja sih, hehe. Ketika kita salah menentukan langkah, pasti dampaknya ngga baik kan. Nah terus gimana kalo gitu....Kita cenderung takut untuk mengambil keputusan, takut salah. Takut kalau seandainya keputusan kita ngga membawa dampak yang baik ke banyak orang. Ngga mau orang lain itu nyalahin kita karena keputusan y

Letting Go

Image
Picture by redbubble.com | Pinterest Sering kita mendengar bahwa hidup merupakan pilihan, dan setiap pilihan menentukan setiap detail kehidupan kita di masa yang akan datang. Entah pilihan itu membawa kita ke dalam sebuah kemenangan, masalah, cobaan, kegagalan, ataupun hal-hal lainnya. Pilihan ini secara langsung maupun tidak langsung akan menjadi bagian dari proses kehidupan. Pilihan ini juga membawa kita untuk dapat terus melangkah setiap harinya. Sadar atau tidak, bahwa setiap hal yang akan dilakukan, memaksa kita untuk memilih salah satu opsi dan mengorbankan opsi lainnya. Opportunity cost . Ada pilihan yang harus direlakan, ada pilihan yang harus diambil. Tinggal kita lihat mana yang membawa dampak positif paling banyak, maupun dampak negatif yang paling minim untuk kehidupan kita. Saat semua langkah yang kita pilih membawa kita ke tujuan yang kita inginkan, pasti kita merasa bangga ada keputusan yang telah diambil. Merasa bahwa hidup terasa sangat bahagia karena semuanya berjalan

Tired Because of Nothing

Image
Designed by Vicheka / Pinterest Dahulu semua negara hidup dengan damai, namun semuanya berubah saat virus corona menyerang. Hanya vaksin yang digadang-gadang mampu melemahkan virus tersebut yang dapat menghentikannya. Namun saat dunia membutuhkannya, dia belum lekas ditemukan. Lockdown dilakukan oleh berbagai negara, hampir mematikan aktivitas sosial yang biasanya terjadi. Interaksi langsung mulai dibatasi untuk mencegah persebaran virus yang 'mematikan' ini. Hari demi hari berlalu, bulan, hingga tak terasa kini kita memperingati setahun lahirnya virus ini. Tradisi, kultur hidup kita telah banyak berubah karena dinamika ini. Mau tidak mau, manusia harus menyesuaikan diri dan berusaha bertahan dari seleksi alam ini. Tidak sedikit yang merasa pusing dan lelah serta menyalahkan keadaan. Mata pencaharian orang-orang yang mulai bergeser, demi menafkahi anak dan istri rela melakukan apapun. Pun para kapitalis juga khawatir akan pergerakan ekonomi yang cepat atau lambat akan mengalami

Me, Myself and I

Image
Picture by Grazy lazy / Pinterest Terkadang ada kalanya seperti merasa tak berdaya terhadap diri sendiri, bingung untuk menentukan pikiran mana yang perlu disimpan dan dikhawatirkan, bangkit atau tidak, tetap bersedih atau mencoba keluar dari kesedihan, atau bahkan memilih untuk melanjutkan atau cukup berakhir sampai di sini saja. Perasaan dan pemikiran yang cenderung berakar dan akhirnya membentuk suatu labirin rumit, yang membuat jiwaku tidak tenang dan malah khawatir berlebihan memikiran berbagai skenario yang akan terjadi di masa depan. Berhari-hari terus memikirkan hal yang membuat diriku terpuruk dalam kesedihan yang diciptakan oleh diri sendiri. Pernahkan kalian merasakannya? Takut, sedih, cemas, resah, bahkan kadang tidak tahu apa yang sedang dirasakan. Tanpa bermaksud jahat dan menghindar, diri ini seakan akan membuat benteng yang tinggi dari orang-orang sekitar, bahkan malah berpuasa untuk berinteraksi dengan yang lainnya. Perhatian yang menggunung dari orang terdekat justru