Posts

Showing posts from March, 2021

Everything I Do is Just Mistakes

Image
Picture by askcns.com ANJIR BEGO BET SIH GUA.... KAPAN GITU GUA BISA NGELAKUIN HAL YANG BENER S IH! SUMPA KENAPA GUA SALAH MULU.... Kapan aku bisa kayak orang lain yang bisa ngelakuin hal-hal dengan cara yang benar tolong aduh ini. Aku takut orang lain jadi kena dampaknya gara-gara perbuatan salahku ini. Nanti pandangan orang-orang ke aku yang sering ngelakuin kesalahan ini kayak gimana coba? Kemarin udah aku pertimbangin lagi apa yang udah aku pilih, tapi ngga tau kalo efek salahnya bakal kayak gini.... Aku salah di bagian mana lagi ini. Udah sedetail mungkin aku teliti lagi, tapi tetep aja salahnya dari aku terus. Am I able to choose my own decision, after these all. Can I.... Sebenernya ada perspektif buat ngenilai peristiwa ini. Tentang manusia yang selalu ngerasa salah atas apa-apa yang dia kerjain. Alih-aliih di notice orang karena kerjaan bagus, malah ngerasanya pengen aman-aman aja, jangan sampe di notice orang. Takutnya mereka nge notice tentang kesalahan-kesalahan kita, ny

When Everything Turns You Down

Image
picture by purpose.gr Katanya, hidup adalah sebuah kesempatan, sebuah peluang. Dalam hidup ini, pasti kita sering mendapatkan banyak kesempatan, baik yang terduga maupun tidak. Namun, merupakan hak kita sepenuhnya untuk dapat mengambil kesempatan tersebut atau melewatinya. Asal, jangan nyesel belakangan aja ya kalau melewatkan kesempatan yang ada, soalnya waktu itu gak bisa diulang. Waktu akan terus berjalan, tanpa mempedulikan bagaimana perasaan kita dalam setiap lika-liku yang dilalui. Seiring berjalannya waktu, banyak sekali kesempatan yang Sang Pencipta berikan kepada kita. Entah itu mencoba hal baru, memperbaiki keadaan, proses menjadi pribadi yang lebih baik, peluang karir yang lebih sukses, dan berbagai kesempatan yang mungkin sering kita anggap sepele. Dan sayangnya, sering kali kita malah menganggap kesempatan sebagai angin lalu aja. Banyak juga yang berpikir bahwa kesempatan itu akan datang lagi di lain waktu, padahal sih gak. Kesempatan yang sama jarang banget datang di lain

I am Just An Ordinary Person

Image
Picture by caveman | WallpaperCave Kita terlahir sebagai bayi, yang belom paham tentang keribetan hidup di dunia. Ngga ngerti sama apa itu privilege . Pure cuma bisa nangis dan tekuk-tekuk badan dikit-dikit. Kalo diliat secara objektif, semua manusia yang lahir itu sama, ngga terlalu beda jauh. Semua bayi normal sama-sama memiliki bentuk fisik yang mungi. belom bisa ngomong sama mikir. Bayi cuma bisa nurut aja, ngga bisa protes ataupun demo. Atau dengan kata lain, semua manusia ketika hadir di bumi, memiliki level dan karakteristik yang tidak terlalu beda jauh, di manapun manusia itu berada. Dan sebagaimana manusia berawal, manusia di akhir hayatnya juga akan sama, sama-sama melepaskan jiwanya dari raga yang ada. Waktu berjalan,  dan bayi itu berkembang sesuai dengan apa yang dibawa dan diinginkan oleh orang tua mereka. Bayi itu mulai tumbuh pada suasana dan daerah yang beda-beda. Modal dan fasilitas yang didapatkan pun berbeda-beda. Ini bukan salah bayinya, juga bukan salah orang tua

Can People Change?

Image
Picture by nalina | Pinterest Dalam perjalanan hidup dan berproses, manusia dituntut untuk berubah. Berubah itu banyak alasan nih, ada yang karena masalah, orang lain, diri sendiri, atau malah karena spiritual? Pokoknya banyak deh. Namun seringkali, perubahan itu tidak bertahan lama, alias ya cuma sementara aja. Sering kan pasti kita liat orang yang berubah ya cuma sebulan atau ga dua bulan, iya kayak kuota pemerintah, xixixi. Tanpa sadar, seringkali kita memaksakan seseorang untuk berubah, pernah ga? Coba dipikir lagi, deh. Kita cenderung memaksa seseorang -terutama orang yang kita sayang- agar sesuai dengan ekspetasi dan kemauan kita. Hasilnya? Berhasil gak? Rata-rata kayaknya gagal deh. Hmm .. sekalinya berhasil juga, ya paling cuma bentar aja. Iya apa iya? Berarti dapat disimpulkan, bahwa kita gak akan bisa merubah seseorang. Terus, gimana caranya supaya kita bisa dapat merubah orang lain maupun diri sendiri? Jujur sih, gue pun belum tau caranya kalo untuk merubah orang lain. Tapi

Crossroad of Life

Image
Designed by 588ku / pngtree "Besok mau jadi apa? Mau kerja di mana? Udah ada bayangan belom besok mau bikin startup di bidang apa?" Beberapa pertanyaan dari rekan sejawat yang  terkadang terlontar dan secara ngga sengaja masuk ke telinga kita, juga memaksa kita buat ngejawab.  Pengen rasanya jawab, "Ngga tau aku kentank". Orang-orang udah pada punya lifeplan dan emang alur idupnya supportif kali ya, ke arah lifeplan dia. Sedang aku mah apa, bikin lifeplan yang muluk-muluk juga ngga bisa ngikutin, bikin yang remeh ngga pernah diikutin juga. Terus ngapain gitu bikin rancangan kehidupan, toh kehidupan kita ngalir aja, ngikutin arus, ada yang ngatur takdir juga. Tapi ada nilai lain yang sebenernya bisa kita ambil loh. Ini tentang tahapan, tujuan hidup, yang ngalir berdasar karakteristik dirimu sendiri. Maksudnya gimana? Kita, ketika menjalani hidup pasti ada nilai-nilai yang kita miliki dan pertahankan kan? Semacam prinsip hidup gitu, yang kadang beda sama orang lain. L